Jumat, 12 Desember 2014

Susunan-Saraf-Otonom.blogspot.com

SUSUNAN SARAF OTONOM

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang  
Sistem saraf tersusun menjadi susunan saraf pusat (SSP), yang terdiri dari otak dan medula spinalis, dan susunan saraf tepi (SST), yang terdiri dari serat-serat saraf yang membawa informasi antara SSP dan bagian tubuh lain (perifer). SST dibagi lagi menjadi divisi aferen dan eferen. Difisi aferen membawa informasi ke SSP, memberi tahu tentang lingkungan ekternal dan internal yang diatur oleh susunan saraf. Instruksi dari SSP disalurkan melalui difisi eferen keorgan efektor otot atau kelenjar yang melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang sesuai. Sistem saraf eferen dibagi menjadi sistem saraf somatik, yang terdiri dari serat-serat neuron motorik yang menyarafi otot rangka.
            Sistem saraf otonom, terdiri dari serat-serat yang menyarafi otot polos, oto jantung dan kelenjar. Sisrem yang terakhir ini dibagi lagi menjadi sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimatis, dimana keduanya menyarafi sebagian besar organ-organ yang disarafi oleh sisitem saraf otonom.
B. Tujuan
a.      Menjelaskan pengertian saraf otonom
b.      Menjelaskan pengertian saraf simpatis dan parasimpatis
c.      Menjelaskan perbedaan saraf simpatis dan parasimpatis
d.      Menjelaskan kelainan dari sistem saraf otonom










BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Susunan Sistem saraf otonom
Saraf  otonom adalah sistem saraf yang melayani organ, otot polos, dan sejumlah kelenjar yang bekerja secara otonom (gerak tak sadar). Saraf otonom bekerjanya tidak dapat disadari dan bekerja secara otomatis atau disebut juga otot tak sadar. Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua yaitu:  saraf simpatis dan saraf parasimpatis.
a.      Saraf simpatis (torakulumbal)
Sistem simpatis memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang yang menempel pada sumsum tulang belakang, sehingga memilki serabut pra-ganglion pendek dan serabut post ganglion yang panjang. Serabut pra-ganglion adalah serabut saraf  yang menuju ganglion dan serabut saraf yang keluar dari ganglion disebut serabut post-ganglion.Saraf simpatis terbagi menjadi dua bagian yang terdiri dari saraf otonom cranial dan saraf otonom sacral. Terletak di depan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut saraf.
Berikut fungsi dari saraf simpatis :
a. Mempercepat denyut jantung
b. Memperlambat proses pencernaan
c. Memperkecil diameter pembuluharteri
d. Memperbesar pupile.Memperkecil bronkus
e. Mengembangkan kantung kemih,
f. Mensarafi otot jantung.Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar
g. Mempersarafi semua alat dalamseperti lambung, pancreas dan usus 
h. Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat
i. Serabut motorik pada otot tak sadardalam kulit
j. Mempertahankan tonus semua otot sadar
b.      Saraf parasimpatis
Sistem saraf parasimpatik disebut juga dengan system saraf kraniosakral, karena saraf  pre-ganglion keluar dari daerah otak dan daerah sakral.Saraf Parasimpatis merupakan saraf vagus dari medula oblangata, turun melalui leher dari dada dan perut. Saraf parasimpatik memiliki serabut pra-ganglion yang panjang dan serabut post-ganglion pendek.Susunan saraf parasimpatik berupa jaring-jaring yang berhubung-hubungan dengan ganglion yang tersebar diseluruh tubuh. Urat sarafnya menuju ke organ tubuh yang dikuasai oleh susunan saraf simpatik.Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi sistem saraf simpatik.

Berikut fungsi-fungsi saraf parasimpatis:
a.Merangsang sekresi kelenjar airmata, submandibularis dan kelenjar dalam mukosa rongga hidung
b.Menpersarafi kelenjar ludah
c.Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru,ginjal,pancreas,
d.Mempersarafi kolon desendens,rectum, vesika urinaria dan alat kelamine.Memperlambat denyut jantung,
f.Mempercepat proses pencernaan
g.Memperbesar diameter pembuluh arteri
,h.Memperkecil pupil
i.Mempebesar bronkus
 j.Mengerutkan kantung kemih.
Pada kedua sistem tersebut terdapat ganglion yang berfungsi sebagai  penghubung antara sistem saraf pusat dengan struktur tubuh yang dilayani oleh sistem saraf otonom. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja pada efektor yang sama tetapi pengaruh kerjanya berlawanan sehingga keduanya bersifat antagonis`
https://html1-f.scribdassets.com/pww9uuxz43a285z/images/6-e882c28318.jpg

C. KELAINAN SISTEM SARAF OTONOM
Gangguan pada sistem saraf ini memiliki gejala yang bervariasi, termasuk gangguan regulasi frekuensi denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, berkeringat,dan fungsi saluran pencernaan serta kandung kemih. Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan antara lain lemah, kepala seperti melayang, pingsan (sinkop), dan gangguan kognitif.Gangguan sistem saraf otonom dapat disebabkan oleh kondisi atau proses penyakit lain, seperti diabetes, atau sebagai kelainan primer dimana sistem saraf tersebut merupakan satu-satunya sistem yang mengalami gangguan.
Gangguan sistemsaraf otonom primer, antara lain:
Ø  Hipotensi ortostatik 
Ø  Intoleransi ortostatik 
Ø  Sindrom takikardia ortostatik 
Ø  Sinkop (pingsan)
Ø  Saluran pencernaan neurogensik (gangguan gerakan usus, konstipasi)
Ø  Disfungsi ereksi dan gangguan kandung kemih neurogenik














DAFTAR PUSTAKA
Buku fisiologi manusia, Laurlee Sherwood

Tidak ada komentar:

Posting Komentar