Kamis, 11 Desember 2014

Fisiologi-Sistem-Respiratori.blogspot.com

FISIOLOGI SISTEM RESPIRATORY

A.    FUNGSI SISTEM PERNAFASAN
Adapun fungsi pernapasan, yaitu :
1.      Mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh tubuh (sel-selnya) untuk mengadakan pembakaran
2.      Mengeluarkan karbon dioksida yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran, kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang (karena tidak berguna lagi oleh tubuh)
3.      Melembabkan udara.
Pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dan udara berlangsung di alveolus paru-paru. Pertukaran tersebut diatur oleh kecepatan dan di dalamnya aliran udara timbal balik (pernapasan), dan tergantung pada difusi oksigen dari alveoli ke dalam darah kapiler dinding alveoli. Hal yang sama juga berlaku untuk gas dan uap yang dihirup. Paru-paru merupakan jalur masuk terpenting dari bahan-bahan berbahaya lewat udara pada paparan kerja.
B.     MEKANISME PERNAFASAN
index.jpg
Paru dan dinding dada adalah struktur yang elastis , dalam keadaan normal terdapat lapisan cairan tipis anatara paru dan dinding dada. Paru dengan mudah bergeser pada dinding dada. Tekanan pada ruangan antara paru dan dinding dada dibawah tekanan atsmosfer. Paru teregengan dan berkembang pada masa bayi baru lahir.
Pada waktu menarik nafas dalam, otot berkontraksi tetapi pengeluaran pernafsan dalam proses yang pasif. Diafragma menutup ketika penarikan nafas, rongga dada kembali memperbesar paru, dinding badan bergerak, diafragma dan tulang dada menutup ke posisi semula. Aktivitas bernafas merupakan dasar yang meliputi gerak tulang rusuk ketika bernafas dalam dan volume udara bertamabah.
Pada waktu inspirasi udara melewati hidung dan faring. Udara dihangatkan dan diambil uap airnya. Udara berjalan melalui trakhea, bronkus, bronkiolus dan duktus alveolaris ke alveoli. Alveoli dikelilingi oleh kapiler-kapiler.
Mekanisme pernafasan terdiri dari :
1.      Inspirasi
Merupakan proses aktif kontraksi otot-otot. inspirasi yang menaikan volume intratoraks selama bernafas tenang tekanan intrapleura kira-kira 2,5mmHg (relatif terhadap atsmosfer). Pada permulaan inspirasi menurun sampai -6mmHg dan paru-paru ditarik ke posisi yang lebih mengembang dan tertanam dalam jalan udara sehingga menjadi sedikit negatif dan udara mengalir kedalam paru-paru. Pada akhir inspirasi recoil menarik dada kembali ke posisi ekspirasi.
Pada saat inspirasi, pengalihan udara ke rongga pleura dan paru-paru berhenti sebentar ketika tekanan dalam paru-paru bersamaan bergerak mengelilingi atmosfer. Pada waktu penguapan, pernafasan volume sebuah paru-paru berkurang karena naiknya tekanan udara untuk memperoleh dorongan keluar pada sistem pernafasan.
2.      Ekspirasi
Pernafasan tenang bersifat pasif tidak ada otot yang menurunkan volume untuk toraks berkontraksi permulaan ekspirasi kontraksi ini menimbulkan kerja yang menahan kekuatan rekoil dan melambatkan ekspirasi. Inspirasi yang kuat berusaha mengurangi tekanan intrapleura samapai serendah 30mmHg, ini menimbulkan pengembangan paru dengan derajata yang lebih besar. Bila ventilasi meningkat, luasnya deflasi paru meningkat dengan kontraksi oto-otot pernafasan yang menurunkan volume intratoraks. Tekanan intrapleura adalah tekanan ukuran dalam antara lapisan pleura dan lapisan pleura dalam. Pleura parietal dan pleura viseral dipisahkan oleh selaput tipis pleura yang berisi zat dan gas. 
inspirasi.jpg

C.     VOLUME DAN KAPASITAS PARU
Metode sederhana untuk meneliti ventilasi paru adalah merekam volume pergerakan udara yang masuk dan keluar dari paru-paru, suatu proses yang dinamai spinometri. Ia terdiri dari drum yang terbalik yang terdiri diatas suatu ruang yang berisi air dan drum diseimbangkan oleh suatu beban. Didalam drum ini terdapat campuran gas pernafasan, biasanya udara atau oksigen suatu pipa menghubungkan mulut dengan ruang gas ini. Bila seseorang menarik nafas atau meniupkan napasnya ke ruangan ini maka drum akan turun dan naik, dan perekaman yang selayaknya dibuat di atas lembaran kertas yang bergerak.
1.      VOLUME PARU
Meliputi
a.       volume tidal : merupakan volume udara yang di inspirasikan dan ekspirasikan disetiap pernafasan normal dan jumlahnya kira-kira 500 ml
b.      Volume cadangan inspirasi merupakan volume tambahan udara yang dapat di inspirasikan diatas volume tidal normal,  dan ia biasanya sama dengan kira-kira 3000ml
c.       Volume adanagn ekspirasi merupakan jumlah udaranya yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat setelah akhir suatu ekspirasi tidal yang normal. Jumlahnya biasanya kira-kira 1100ml.
d.      Volume sisa adalah volume udara yang masih tersisa didalam paru-paru setelah kebanyakan ekspirasi kuat. Volume ini rata-rata sekitar 1200ml
Ventilasi paru normal hampir sepenuhnya dilakukan oleh otot-otot inspirasi, pada waktu otot inspirasi berelaksasi sifatnya elastis, paru thorak mengempis secara pasif. Bila semua otot berelaksasi kembali ke suatu keadaan istirahat. Volume udara di dalam paru pada tingkat yang sama dengan kapasitas sisa fungsional kira-kira 2300 ml.
2.      KAPASITAS PARU
Dalam menguraikan peristiwa dalam siklus paru, kadang diperlukan untuk menyatukan dua volume diatas atau lebih. Kombinasi seperti itu disebut kapasitas paru.
a.       kapasitas inspirasi: sama dengan volume tidal ditamabah dengan volume cadanagn inspirasi. Ini adalah jumlah udara ( kira-kira 3500ml) yang dpaat dihirup oleh seseorang mulai pada tingkat ekspirasi normal dan mengembangkan paru-parunya sampai jumlah maksimum
b.      kapasitas sisa fungsuonal: sama dengan volume cadanagn ekspirasi ditambah volume sisa. Ini merupakjan jumlah udara yang tersisa disalam paru-paru pda akhir ekspirasi normal (kira-kira 2300ml)
c.       kapasitas vital: sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume tidal dan volume ekspirasi. Ini merupakan jumlah udara maksimum yang dpat dikeluarkan dari paru-paru seseorang setelah ia mengisinya samapai batas maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya( kira-kira 4600ml)
d.       kapasitas total paru: adalah volume maksimum pengembangan paru-paru dengan usaha inspirasi yang sebesar-besarnya ( kira-kira 5800ml)
D.    PROSES PERNAFASAN
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan. Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1.       Ventilasi paru
Dari seluruh proses ventilasi paru faktor yang penting adalah kecepatan pembauran udara dalam area pertukaran paru dan alveolus setiap menit oleh udara atsmosfer. Sebagian besar udara inspirasi mengisi saluran pernafasan lebih besar, disebut membran rugi yang membrannya tidak dapat melakukan pertukaran gas yang berarti dengan darah. Sistem ventilasi paru akan terus menerus memperbaharui udara dalam area pertukaran gas paru, ketika udaradan darah saling berdekatan.
Ventilasi mekanis
Udara mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Ventilasi mekanis melibatkan adanya elastisitas, komplain, tekanan dan grafitasi.
a.       Elastisitas : kembalinya bentuk asli setelah perubahan karena kekuatan dari luar.
b.      Komplain : kemampuan mengembang paru, merupakan ukuran elatisitas, ditunjukan sebagai peningkatan volume dalam paru untuk tiap peningkatan tekanan intraalveolar.
c.       Tekanan : udara yang ditangkap jalan nafas adalah nitrogen dan oksigen dan sejumlah kecil karbondioksida dan uap air. Volume gas meningmbulkan tekanan terhadap dinding penampung karena gas dan campuran gas berusaha untuk bergerak dari batas lingkungan yang ada
d.      Gravitasi : adalah akibat banyaknya pertukaran udara yang terjadi pada bagian atas paru daripada dasar paru. 
2.       Respirasi Luar (Ekternal) yaitu pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara yang terjadi di sekitar alveoli.
Pada saat menarik nafas 500ml udara masuk ke dalam pernafasan. Pertukaran melalui rongga hidung udara dihangatkan, uap air air bertambah pada pernafasan pertama inspirasi, 350 ml masuk ke ruang alveolar bercampur drngan bekas udara alveoli. Setelah pernafasan berisi >CO2 dan <O2 dari udara atsmosfer, selama inspirasi alveolar menghubungkan udara dengan air. Perbedaan susunan atsmosfer dengan alveolar menunjukan sebagian tekanan darah dari arteri dan vena darah mengalir ke kapiler paru mengangkat PO2 dari darah dan mengurangi PCO2. Pada saat darah masuk ke vena, paru mengangkat PO2 dari darah dan mengurangi PCO2 darah masuk ke vena paru-paru mencapai keseimbangan dialveolar, bertolak dari PO2 100mmHg dan PCO2 40mmHg darah darik perifer mempunyai sedikit muatan O2. Hal ini disebabkan darah masuk ke sirkulasi pulmonal kapiler oksigenasi darah dari vena pulmonalis.
3.       Respirasi Dalam (Internal) yaitu pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Selisih tekanan parsial antara O2 dan CO2 merupakan kunci dari pergerakan gas O2 yang mengalir dari alveoli masuk kedalam jaringan melalui darah. Sedangkan CO2 mengalir dari jaringan ke alveoli melalui pembuluh darah. Akan tatapi jumlah kedua gas yang ditransport ke jaringan dan dari jaringan secara keseluruhan tidak cukup jika O2 tidak larut dalam darah bergabung dengan protein pembawa O2 (hemoglobin). CO2 yang larut masuk kedalam serangkaian reaksi kimia reversible yang mengubah senyawa menjadi senyawa lain. Adanya hemoglobin menaikan kapasitas pengangkutan O2 dalam darah sampai 70kali dan reaksi CO2 menaikan kadar CO2 dalam darah menjadi 17kali.
Oksigen berdifusi dari alveolus kedalam darah kapiler paru karena perbedaan tekanan yaitu tekanan oksigen (Po2) di dalam alveolus lebih besar dari pada Po2 di dalam darah paru. Kemudian darah paru ditransfer melalui sirkulasi ke jaringan perifer.
Normal cairan interstisial dari Po2 adalah 40mmhg dari PCO2 45mmhg. Sebagai hasil oksigen (O2) disebarkan keseluruh pembuluh darah dan karbondioksida (CO2) diterima oleh pembuluh kapiler sampai tekanan bagian kapiler sama dengna bagian membran. Darah vena yang keluar dari kapiler akan ditransport ke sirkulasi paru-paru, dimana pernafasan luar akan memindahkan kelebihan CO2 dari kapiler bersama oksigen. O2 dan CO2 dapat larut dalam plasma darah. Ini merupakan fungsi utama membran sel yang membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan lebih banyak CO2 dari pada plasma yang diserap dan diedarkan. Kelebihan O2 dan CO2 diedarkan kedalam sel-sel darah merah diman molekul-molekul gas tersusun untuk dapat diedarkan ke seluruh tubuh.











DAFTAR PUSTAKA

Syaifuddin. 2011. Anatomi fisiologi. Jakarta : EGC
Syaifuddin. 2001. Fungsi sitem tubuh manusia. Jakarta : widya medika.
Guyton, Arthur C. 1990. Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit. Jakarta : EGC
Sloane, ethel. 2003. Anatomi dana fisiologi untuk pemula. Jakarta : EGC



Tidak ada komentar:

Posting Komentar