Kamis, 11 Desember 2014

Anatomi sistem Kardiovaskular

ANATOMI SISTEM KARDIOVASKULAR

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Jantung terletak di atas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam suatu ruangan yang disebut mediastinum (dari bahasa Latin, Mediastinum artinya ruangan di antara paru kiri dan kanan).  Kira-kira dua pertiga bagian jantung terletak disebelah kiri midline (dari bahasa inggris, mid = pertengahan, line = garis) tubuh. Di sebelah depan, jantung dibatasi oleh sternum (dari bahasa latin, artinya tulang dada), disebelah belakang oleh susunan tulang belakang atau kolumna vertebralis (dari bahasa latin Columna vertebralis, column = lajur, barisan; vertebra = tulang belakang. Di bagian kiri dan kanan jantung dibatasi oleh paru-paru.
Secara anatomis, jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga di dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang antrium disebelah atas dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira tinju individu pemiliknya. Ukuran jantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm, lebar dibagian yang paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram.







BAB II
PEMBAHASAN
1.    Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis)
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat  kimis dan  fisiologis cairan tubuh.
a.       Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi).
b.      Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Sistem peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh balik (vena) berwarna biru.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti  urea atau  asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi ( ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Peredaran darah terdiri dari:
a. Peredaran darah terbuka
b. Peredaran darah tertutup
2.      Letak Posisi Jantung
Menurut Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Jantung terletak di atas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam suatu ruangan yang disebut mediastinum (dari bahasa Latin, Mediastinum artinya ruangan di antara paru kiri dan kanan).  Kira-kira dua pertiga bagian jantung terletak disebelah kiri midline (dari bahasa inggris, mid = pertengahan, line = garis) tubuh. Di sebelah depan, jantung dibatasi oleh sternum (dari bahasa latin, artinya tulang dada), disebelah belakang oleh susunan tulang belakang atau kolumna vertebralis (dari bahasa latin Columna vertebralis, column = lajur, barisan; vertebra = tulang belakang. Di bagian kiri dan kanan jantung dibatasi oleh paru-paru.
Secara anatomis, jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga di dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang antrium disebelah atas dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira tinju individu pemiliknya. Ukuran jantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm, lebar dibagian yang paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram.



            Didalam rongga dada, jantung terletak dalam posisi seperti kerucut terbalik dengan ujung mengarah kebawah dan bagian dasar yang melebar mengarah ke atas. Ujung jantung disebut apeks (dari bahasa latin apex = ujung kerucut ). Apeks jantung terbentuk dari ventrikel kiri. Sedangkan, bagian dasarnya yang mengarah ke atas di sebut basis jantung, yang terbentuk dari antyrium , terutama antrium kiri.
Secara fungsional, jantung manusia terdiri dari 2 bagian yang terpisah, yaitu bagian kanan dan kiri. Jantung bagian kanan dan kiri masing-masing terdiri pula atas 2 ruang pompa yang berdenyut, yaitu antrium dan ventrikel. Jadi, secara fungsional, juga ada 4 ruang pompa pada jantung, yaitu antrium kanan, ventrikel kanan, antrium kiri dan ventrikel kiri.
Fungsi antrium adalah sebagai pemompa primer bagi ventrikel, yaitu membantu memasukan darah ke dalam ventrikel. Artinya, antrium hanya berfungsi untuk mengisi darah ke dalam ventrikel  yang akan memompakan darah tersebut keluar jantung. Darah yang masuk ke dalam antrium adalah darah yang kembali ke jantung melalui pembuluh darah balik (vena).
3.      RUANG JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Bagian interior jantung terbagi menjadi 4 ruang. Dua ruang yang terletak disebelah atas disebut antrium (dari bahasa latin antrium = serambi; jamak, atriak) kanan dan kiri. Setiap antrium mempunyai ruang tambahan yang disebut aurikula (dari bahasa latin auricullum, auris= telinga; jamak, auriculla). Dengan adanya auriculla, volume antriummenjadi lebih besar.  Sedangkan, dua ruang yang terletak disebelah bawah disebut ventrikel (dari bahasa latin ventriculus = rongga kecil; jamak, ventricula) kanan dan kiri.
Di antara antrium dant ventrikel terdapat jaringan penyambung yang membatasi otot antrium dan otot ventrikel. Jadi, miokardium antrium terpisah dari miokardium ventrikel baik secara anatomis maupun secar fisiologis (fungsional). Disebelah luar, batas antara antrium dan vertikel adalah suatu cekungan yang disebut sulkuskoronarius (dari bahsa latin Sulcuscoronarius, sulcus=parit; coronarius=mahkota).  Didalam surkus coronarius, berjalan arteri coronaria yang mendarahi dinding jantung. Diantara ventrikel kanan dan kiri juga terdapat sulkus, yaitu sulkus interventrikularis anterior dibagian depan dan sulkus interventrikulnaris posterior disebelah belakang.
4.      KATUP JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Sewaktu kontraksi  antrium,darah dari antrium di pompakan ke dalam ventrikel dan sewaktu kontraksi  ventrikel, darah dipompakan dari  ventrikel kedalam sistem arteri, yaitu melalui aorta dan turnkus pulmonalis. Untuk mencegah darah kembali ke antrium atau ventrikel sewaktu kontraksi,jantung dilengkapi dengan katup (valvula) yang tewrdiri atas jaringan penyambung padat dan dilapisi endokardium pembukaan dan penutupan katup-katup jantung terjadi akibat perbedaan tekanan di dalam ruang-ruang jantung sewaktu kontraksi dan relaxasi antrium dan ventrikel. Ada dua kelompok katup jantung yaitu katup atrioventrikular yang terletak di atrium dan ventrikel dan katup semilunar (dari bahasa latin lunar,semi=setengah;lunat=bulan) yang terletak di antara ventrikel dan pembulu darah aurta  atau turnkus pulmonalis.
a.       Katup Atrioventrikular
Katup antrioventrikular disingkat dengan sebutan katup A-V. Ada dua buah katup A-V . Katup A-V yang terletak antara antrium kiri dan ventrikel kiri disebut katup bikuspidal (bicuspidal ,bi=2;cusp=tonjolan) karena mempunyai dua buah daun katup. Katup bikuspidal ini lebih populer dengan sebutan mitral. Katup A-V yang terletak di atrium kanan dan vertikel kanan disebut katup trikuspidal (dari bahasa latin trikuspidal, tri=3). Ujung daun-daun katup A-V dihubungkan oleh beberapa jaringan ikat menyerupai tali atau pita yang disebut kordatendinea (dari bahasa latin cordaetendinea, corda= pita; tendon= jaringan yang menghubungkan otot dengan jaringan lain) dan mulkus kapilaris (dari bahasa latin muskulus kapilaris, musculus=otot; kapilus=tonjolan kecil berbentuk puting, jamak kapila). Muskulus kapilaris adalah otot yang terletak dipermukaan dalam bagian bawah ventrikel. Fungsi katup atrioventrikular (trikuspidalis dan bikuspidalis)mencegah pengaliran balik darah dari ventrikel ke atrium selama sistole.
Katup A-V membuka bila tekanan di dalam atrium lebih tinggi dari dari tekanan di dalam ventrikel sehingga darah mengalir dari dalam atrium ke dalam ventrikel. Pada saat katup A-V membuka ,muskulus papilaris berelaksasi dan korda tendinea mengendur. Sebaliknya, sewaktu vertikel berkontraksi sehingga tekanan di dalam vertikelmeningkat, ke arah atrium , sehingga menutup. Pada saat katup A-V menutup,menegang. Dengan demikian, ujung daun-daun  katup dapat dicegah tidak sampai terbalik ke arah atrium.
b.      Katup Semilunar
Katup semilunar juga ada dua buah. Katup semilunar yang terletak di antara ventrikel kiri dan aorta disebut katup aorta, sedangkan yang terletak di antara ventrikel kanan trnkus pulmonalis disebut katup pulmonalis. Katup-katup ini masing-masing mempunyai 3 daun katup yang berbentuk setengah bulan sehingga disebut katup semilunar
Karena adanya katup-katup semilunar ini, darah hanya dapat mengalir ke satu arah, yaitu darah yang ada di dalam ventrikel kiri mengalir ke dalam aorta dan darah yang ada di dalam ventrikel kanan mengalir ke dalam trunkus pulmonalis.Fungsi katup semilunaris (aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke dalam ventrikel selama periode siastole.
Di dalam jantung terdapat katup-katup yang sangat penting artinya dalam sususnan darah dan pergerakan jantung manusia (Syaifuddin. 2006)
1)      Valvula trikuspidalis, terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel dekstra yang terdiri dari 3 katup
2)      Valvula bikuspidalis, terletak antara atrium sinistra dengan ventrikel sinistra yang terdiri dari 2 katup.
3)      Valvula semilunaris arteri pulmonalis, terletak antara ventrikel dekstra dengan arteri pulmonalis, tempat darah mengalir menuju ke paru-paru.
4)      Valvula semilunaris aorta, terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta tempat darah mengalir menuju seluruh tubuh.
 



5.      LAPISAN OTOT JANTUNG
Menurut Haji Syaifuddin.2011 lapisan otot dibagi menjadi :
a. Perikardium. Lapisan yang merupakan kantong pembungkus jantung, terletak di dalam mediastinum minus, terletak dibelakang korpus sterni dan rawan iga II-VI
1)      Perikardium fibrosum (viseral): bagian kantong yang membatasi pergerakan jantung terikat dibawah sentrum tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar, melekat pada sternum melalui legamentum sternoperikardial.
2)      Perikardium serosum (pariental), dibagi menjadi dua bagian: Perikardium parietalis mambatasi perikardium fibrosum, sering disebut epikardium, dan perikardium viseral (kavitas perikardialis) yang mengandung sedikit cairan yang berfungsi melumas untuk mempermudah pergerakan jantung.
b. Miokardium. Lapisan otot jantung menerima darah dari arteri koronaria. Arteri koronaria kiri bercabang menjadi arteri  koronaria kiri bercabang menjadi  arteri disending arterior dan arteri sirkumfleks. Arteri koronaria kanan memberikan darah  untuk sinoatrial node,vertikel  kanan. Vena koronaria mengembalikan darah ke sinus kemudian bersirkulasi langsung ke dalam paru. Susunan miokardium:
1)      Susunan otot atria : Sangat tipisdan kurang teratur ,serabut-rabutnya  disusun dalam dua lapisan. Lapisan luar mencakup kedua atria. Serabut luar ini paling nyata di bagian depan atria. Berapa serabut masuk ke dalam sepatum atroventikular. Lapisan dalam terdiri dari serabut-serabut berbentuk  lingkaran.
2)      Susunan otot ventikuler : membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antiventikuler sampai ke ampeks  jantung .
3)      Susunan otot antiventikuler  merupakan dinding pemisah antara dinding dan bilik(atrium dan vertikel)
c. Endokardium (permukaan dalam jantung). Dinding dalam atrium diliputi oleh membran yang mengilat, terdiri dari jaringan endotel atau selaput lendir endokardium, kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava.
6.      Bagian-bagian jantung (Haji Syaifuddin.2011)
a. Basis kordis : Bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh darah besar (aorta asendens, arteri pulmonalis/ vena pulmonalis, dan vena kava superior), dibentuk oleh atrium sinistra dan sebagian atrium dekstra.
b. Apeks Kordis : bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul.
7.      Permukaan Jantung (fascies kordis) Menurut Haji Syaifuddin.2011 :
a. Fascies sternokostalis : Permukaan menghadap ke depan berbatasan dengan dinding depan toraks, di bentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra, dan sedikit ventrikel sinistra.
b. Fascies dorsalis: Permukaan jantung menghadap ke belakang, berbentuk segi empat, berbatasana dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium sinistra, sebagian atrium dekstra, dan sebagian kecil dinding ventrikel sinistra.
c.  Fascies diafragmatika: Permukaan bawah jantung yang berbatas dengan sentrumtendinium difragma dibentuk oleh dinding ventrikel sinistra dan sebagian kecil ventrikel dekstra.
8.      Tepi Jantung (margo kordis) menurut Haji Syaifuddin.2011
a.  margo dekstra Bagian jantung tepi kanan membentang mulai dari vena kava superior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh dinding atrium dekstra dan dinding ventrikel  dekstra, memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika sebelah kanan.
b. Margo sinistra: Bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bagian bawah muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh dinding strium sinistra(diatas) dan dinding ventrikel sinistra (dibawah) memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika kiri.
9.      Alur permukaan jantung menurut Haji Syaifuddin.2011 lapisan :
a.  Alur atrioventrikularis: mengelilingi batas bawah basis kordis, terletak diantara batas kedua atrium jantung dan kedua ventrikel jantung.
b.  Sulkus longitudinalis: alur ini terdapat pada fascies sternokostalis mulai dari celah di antara arteri pulmonalis dengan aurikula sinistra, berjalan menuju ke bawah menuju apeks kordis. Sulkus ini merupakan batas antara kedua ventrikel dari depan.
c. Sulkus longitudinalis posterior: Alur ini terdapat pada fascies diafragmatika kordis, ,ulai dari sulkus koronarius sebelah kanan muara vena kava inferior menuju apeks kordis.
10.  Ruang-ruang Jantung menurut Haji Syaifuddin.2011
a. Atrium dekstra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula diluar, bagian dalamnya membentuk suatu rigi atau krista terminalis. Bagian utama atrium yang terletak posterior terhadap rigi terdapat dinding halus yang secara embriologis berasal dari sinus venosus. Bagian atrium yang terletak di depan rigi mengalami trabekulasi akibat berkas serabut otot yang berjalan dari krista terminalis.
1)      Muara pada atrium kanan
a)      Vena kava superior
b)      Vena Kava inferior
c)      Sinus koronarius
d)     Osteum atrioventrikuler dekstra
2)      Sisa-sisa fetal pada atrium kanan.
b. Ventrikel Dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalui osteum atrioventrikuler dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum pulmonalis.
1) Valvula trikuspidalis
2) Valvula pulmonalis
c. Atrium sinistra: Terdiri dari rongga uatama aurikula, terletak dibelakang atrium kanan, membentuk sebagian besar basis (fascies posterior), dibelakang atrium sinistra terdapat sinus oblig perikardium serosum dan perikardium fibrosum.
d. Ventrikel sinistra: Ventrikel kiri berhubungan dengan atrium sinistra melalui osteum atrioventrikuler dan dengan aorta melalui osteum aorta.
     1) Valvula mitralis (bikuspidalis)
     2) Valvula semilunaris aorta


11.  VASKULARISASI JANTUNG (Menurut Haji Syaifuddin.2011)
a. A. Koronaria kanan: Berasal dari sinus anterior berjalan ke depan antara trunkus pulmonalis dan aurikula dekstra, memberikan cabang-cabang ke atrium dekstra dan ventrikel dekstra.
b. A. Koronaria kiri: Lebih besar dari koronaria dekstra, dari sinus posterior aorta sinistra berjalan de depan antara trunkus pulmonalis dan aurikula kiri masuk ke sulkus atrioventrikularis menuju ke apeks jantung memberikan darah untuk ventrikel dekstra dan septum interventri kularis.
c. Aliran vena jantung: sebagian darah dari dinding jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus koronarius yang terletak dibagian belakang sulkus atrioventrikularis.

12.  SISTEM KONDUKSI JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman.2010 - Denyut jantung terjadi secara berirama. Denyut janhtung yang berirama ini dapat terjadi karena adanya aktivitas listrik yang berirama pada jantung. Sel-sel oto jantung tertentu dapat mencetuskan impuls atau potensial aksi secara spontan dan berulang yang kemudian memicu kontraksi otot jantung.
Jantung dilengkapi dengan suatu sistem khusus yang berfungsi:
a. Mencetuskan impuls berirama yang akan memicu kontraksi jantung berirama
b. Menghantarkan impuls secara cepat ke seluruh jantung.
Bila sistem khusus ini berfungsi secara normal, maka:
a. Atrium akan berkontraksi seperenam detik lebih dulu dari ventrikel
b. Semua bagian ventrikel dapat berkontraksi secara simultan
Serat-serat yang bersifat otoritmik ini mempunyai dua fungsi utama, yaitu:
a. Sebagai pemacu (pacemaker) kontraksi atau denyutan yang berirama bagi keseluruhan otot jantung.
b. Sebagai sistem konduksi, yaitu sistem yang menghantarkan impuls dari pacemaker ke seluruh otot jantung.
Komponen sistem konduksi jantung tersebut dimulai dari nodus sinus, tempat awal tercetusnya impuls pada jantung. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a)    Nodus sinus atau nodus sinoatrial yang disingkat nosud S-A (S-A node), terletak di dinding superior lateral atrium kanan, sedikit lateral dari muara vena kava superior. Nodus sinus berbentuk elips, pipih, berukuran sangat kecil dengan panjang 15 mm, lebar 3 mm dan tebal 1 mm. Serat-serat ini berdiameter kira-kira 3 sampai 5 mikron, sangat kontras dengan serat-serat otot atrium disekitarnya yang berdiameter 10 sampai 15 mikron.
Serat-serat otoritmik di nodus S-A mampu menimbulkan potensial aksi atau impuls secara spontan dan berirama dengan frekuansi 60-100 kali per menit. Frekuensi ini adalah frekuensi yang paling cepat bila dibandingkan dengan serat-serat otoritmik lain di sistem konduksi jantung. Impuls dari nosus S-A ini dengan cepat dihantarkan keseluruh sistem konduksi jantung.
b)   Jalur internodal atrium , yang menghubungkan nodus sinus dan nodus A-V
Ujung serat nodus sinus menyatu dengan serat otot atrium yang berada disekitarnya sehingga potensial aksi yang berasal dari nodus sinus dapat berjalan sepanjang serat otot atrium ini. Kecepatan konduksi impuls di serat otot atrium kira-kira 0,3 m/detik. Di beberapa berkas kecil serat oto atrium, kecepatan konduksi impuls ini lebih tinggi. Salah satu di antaranya adalah pita interatrial anterior atrium menuju ke atrium kiri dan mempunyai kecepatan konduksi kira-kira 1m/datik. Terdapat tiga berkas lain semacam ini, yaitu berkas yang berjalan melengkung di dinding atrium dan berakhir disinus A-V. Ketiga berkas ini dinamakan sesuai dengan posisinya, yaitu jalur internodal anterior, jalur anterior tengah, dan jalur internodal anterior posterior. Penyebab tingginya kecepatan konduksi pada berkas tersebut adalah terdapatnya sejumlah serat konduksi khusus yang bercampur dengan oto atrium.
c)    Nodus atrioventrikular , atau disingkat nodus A-V (A-V node), terletak di dinding posterior septum interatrial atau dinding pembatas antara atrium kanan dan atrium kiri. Dibelakang katup trikuspidal dan berdekatan dengan lubang pembukaan sinus koronarius.
d)   Berkas atau bundel antrioventrikular, yang disingkat bundel A-V atau yang lebih populer dengan sebutan berkas His atau bundel His , menghubungkan antrium dan ventrikel .
Konduksi satu arah pada bundel A-V. Karakteristik kusus  bundel A-V adalah ketidakmampuanya untuk menghantarkan impuls kembali dari ventrikel ke arah antrium. Sifat ini sangat bermanfaat mencegah masuknya kembali (re-entry) impuls jantung melalui bundel ini dari ventrikel ke antrium. Dengan demikian, transmisi impuls jantung hanya bejalan satu arah melalui bundel A-V dengan arah dari antrium ke ventrikel.
Gambar. Nodus sinus dan sistem konduksi jantung. (Dimodifikasi dari Guyton and hall: Textbook of medical physiology, philadhelpia, W.B. Saunders Company, 2000).
Penyebab lambatnya konduksi
Salah satu penyebab konduksi impuls yang sangat lambat di serap tradisional , dinodus A-V , dan diserap penetrasi bundel A-V adalah ukuran serat yang lebih kecil dibandingkan serat otot antrium. Akan tetapi, penyebab utama perlambatan trsebut kemungkinan adalah dua faktor berikut ini. Pertama ,semua serat tempat terjadinya perlambatan mempunyai potensial istirahat membran yang jauh lebih negatif dibandingkan potensial istirahat membran serat otot jantung yang lain. Kedua ,terdapat beberapa hambatan pada hubngan antar sel pada serat dijalur tersebut sehingga terjadi resistensi konduksi yang cukup besar terhadap pergerakan ion dari satu sel ke sel yang lainya. Jadi,karena voltase yang rendah dan resistensi yang besar terhadap pergerakan ion , dapatlah dengan mudah dimrngerti mengapa sel yang berikutnya menjadi lambat mengalami existasi.
13.  PERSYARAFAN JANTUNG
Persyarafan jantung tersusun atas sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls pada jantung. Sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls dari jantung terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan bagi atrium dan ventrikel untuk berdenyut secara berurutan dan memungkinkan jantung berfungsi sebagai pompa yang efisien. Sistem ini terdiri atas:
a. Simpul sinoatrial sebagai alat pacu (pace maker) jantung. (dari Keith dan Flack)
b. Simpul atrioventrikuler (dari Tawara).
c. Juga terdapat berkas atrioventrikuler (berkas His) yang berasal dari simpul atrioventrikuler dan berjalan ke ventrikel, bercabang dan mengirimkan cabang-cabang ke kedua ventrikel.
Otot jantung mempunyai kemampuan autostimulasi, tidak tergantung dari impuls syaraf. Sel-sel otot jantung yang telah diisolasi dapat berdenyut dengan iramanya sendiri. Pada otot jantung, sel-sel ini sangat erat berhubungan dan terjadi pertukaran informasi dengan adanya gap junction pada discus interkalaris.
Bagian parasimpatis dan simpatis sistem autonom mempersyarafi jantung membentuk pleksus-pleksus yang tersebar luas pada basis jantung. Pada daerahdaerah yang dekat dengan simpul sinoatrial dan atrioventrikuler, terdapat sel-sel syaraf ganglion dan serabut-serabut syaraf. Syaraf-syaraf ini mempengaruhi irama jantung, dimana perangsangan bagian parasimpatis (nervus vagus) menimbulkan perlambatan denyut jantung, sedangkan perangsangan syaraf simpatis mempercepat irama pace maker.

14.  PERKEMBANGAN ANATOMI JANTUNG JANIN dan ANAK
Menurut Scanlon, Valerie C dan Tina Sunders. 2006 - Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi serta untuk pembuangan karbon dioksida dan sisa metabolism, janin bergantung pada ibunya. Pertukaran zat antara janin dan ibu terjadi di plasenta, yang mengandung pembulu darah janin dan ibu yang sangat dekat satu sama lain. Darah janin tidak bercampur dengan darah ibu; zat-zat dipindahkan melaui disfusi dan mekanisme transport aktif.
Janin dihubungkan dengan plasenta melalui funikulus umbilikalis yang mengandung dua arteria umbilikalis dan satu vena umbilikalis. Arteria umbilikalis adalah cabangan arteri iliaka interna janin; membawa janin menuju plasenta. Didalam plasenta, karbon dioksida dan hasil metabolism pada darah janin akan masuk ke sirkulasi maternal, sedangkan oksigen dan zat makanan dari darah ibu akan masuk ke sirkulasi janin.
Vena umbilikalis membawa darah teroksigenasi dari plasenta menuju janin. Dalam tubuh janin, vena umbilikalis bercabang  satu cabang membawa darah menuju hepar janin, namun sebagian besar darah melintasi duktus venosus menuju vena kava inverior, dan akhirnya ke atrium kanan. Setelah lahir, setelah vunikulus umbilikalis dipotong, sisa pembuluh janin kan berkonstrinsi dan menjdi tidak berfungsi.
Modifikasi lain sirkulasi janin terkait dengan jantung dan arteri besar. Karena paru-paru janin mengempis dan tidak mengadakan pertukaran gas, darah di alirkan tanpa melalui paru-paru ke seluruh tubuh. Foramen ovale adalah pintu pada septum interatrial yang memungkin kan darah mengalir dari atrium kanan ke atrium kiri, bukan, seperti biasa, menuju ventrikel kanan. Darah yang masuk ventrikel kanan akan dipompa ke dalam arteri pulmonalis. Duktus srteriosus adalah pembuluh pendek yang mengalirkan sebagian besar darah dalam arteri pulmonalis menuju aorta, kemudian keseluruh tubuh. Foramen ovale dan duktus arteriosus memungkinkan darah melalui paru-paru janin.
Sesaat setelah lahir, bayi akan bernafas dan mengembangkan paru-parunya, yaitu dengan mengisi darah lebih banyak ke dalam sirkulasipulmonalis. Darah yang banyak akan kemnali ke atrium kiri, dan celah foramen ovale pada sisi kiri akan menutup. Duktus ateriosusakan mengalami konstriksi, kemungkinan sebagi respons terhadap kadar oksigen yang tinggi dalam darah dan sirkulasi pulmonal menjadi berfungsi penuh dalam beberapa hari. Pada waktu inilah darah dipompakan dari ventrikel kanan menuju paru – paru, kemudian kembali lagi kejantung untuk dipompa dari vrentikel kiri keseluruh tubuh, dan kembali lagi kejantung. Waktu sirkulasi kira – kira 1 menit atau kurang, sehingga menjamin pertukaran gas yang adekuat.






KESIMPULAN

Jantung terletak di atas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam suatu ruangan yang disebut mediastinum. Kira-kira dua pertiga bagian jantung terletak disebelah kiri midline. Secara anatomis, jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga di dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang antrium disebelah atas dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira tinju individu pemiliknya. Ukuran jantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm, lebar dibagian yang paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram. Secara fungsional, jantung manusia terdiri dari 2 bagian yang terpisah, yaitu bagian kanan dan kiri. Jantung bagian kanan dan kiri masing-masing terdiri pula atas 2 ruang pompa yang berdenyut, yaitu antrium dan ventrikel. Jadi, secara fungsional, juga ada 4 ruang pompa pada jantung, yaitu antrium kanan, ventrikel kanan, antrium kiri dan ventrikel kiri.
Jantung mempunyai katup-katup yang sangat penting yakni Valvula Trikuspidalis, Valvula bikuspidalis, Valvula semilunaris arteri pulmonalis, Valvula semilunaris aorta. Sedangkan lapisan otot jantung ada Perikardium, Myokardium, Endokardium. Vaskularisasi jantung terdiri dari koronaria kanan, koronaria kiri, dan aliran vena jantung. Nodus sinus, jalur internodal atrium, nodus atrioventrikular, berkas atau bundel antrioventrikular adalah sebagai komponen sistem konduksi jantung yang penting. Sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls dari jantung terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan bagi atrium dan ventrikel untuk berdenyut secara berurutan dan memungkinkan jantung berfungsi sebagai pompa yang efisien





DAFTAR PUSTAKA


Scanlon, Valerie C dan Tina Sunders. 2006. Buku ajar Anatomi dan Fisiologi. Penerbit EGC, jakarta.
Syaifuddin,Haji.2011.Anatomi fisiologi kurikulum berbasis kompetensi untuk keperawatan dan kebidanan.Penerbit Buku kedokteran EGC, Jakarta.
Herman, Rahmatina Bustami. 2010. Buku Ajar Fisiologi Jantung. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Bb3-Kardiovasa.pdf



Tidak ada komentar:

Posting Komentar