ANATOMI
SISTEM KARDIOVASKULAR
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Jantung
terletak di atas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam
suatu ruangan yang disebut mediastinum (dari bahasa Latin, Mediastinum artinya
ruangan di antara paru kiri dan kanan).
Kira-kira dua pertiga bagian jantung terletak disebelah kiri midline
(dari bahasa inggris, mid = pertengahan, line = garis) tubuh. Di sebelah depan,
jantung dibatasi oleh sternum (dari bahasa latin, artinya tulang dada),
disebelah belakang oleh susunan tulang belakang atau kolumna vertebralis (dari
bahasa latin Columna vertebralis, column = lajur, barisan; vertebra = tulang
belakang. Di bagian kiri dan kanan jantung dibatasi oleh paru-paru.
Secara
anatomis, jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga di
dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang antrium disebelah atas
dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira tinju individu
pemiliknya. Ukuran jantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm,
lebar dibagian yang paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Sistem
Peredaran Darah
Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang
berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel.
Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari
homeostasis)
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah
terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah, yang
merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk.
Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme
setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimis dan fisiologis cairan
tubuh.
a.
Pertama, darah mengangkut
oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan
(lihat respirasi).
b.
Kedua, yang diangkut dari
nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran
pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengonsumsi, sesuai dengan
kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Sistem
peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh
balik (vena) berwarna biru.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti
urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau
organ-organ ekskresi ( ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan
darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem
pembekuan dalam tubuh. Peredaran darah terdiri dari:
a. Peredaran darah terbuka
b. Peredaran darah tertutup
2. Letak Posisi Jantung
Menurut
Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Jantung terletak di atas diafragma, di
pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam suatu ruangan yang disebut mediastinum
(dari bahasa Latin, Mediastinum artinya ruangan di antara paru kiri dan
kanan). Kira-kira dua pertiga bagian
jantung terletak disebelah kiri midline (dari bahasa inggris, mid =
pertengahan, line = garis) tubuh. Di sebelah depan, jantung dibatasi oleh
sternum (dari bahasa latin, artinya tulang dada), disebelah belakang oleh
susunan tulang belakang atau kolumna vertebralis (dari bahasa latin Columna
vertebralis, column = lajur, barisan; vertebra = tulang belakang. Di bagian
kiri dan kanan jantung dibatasi oleh paru-paru.
Secara
anatomis, jantung merupakan organ yang mempunyai rongga didalamnya. Rongga di
dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 ruang antrium disebelah atas
dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah. Ukuran jantung kira-kira tinju individu
pemiliknya. Ukuran jantung pada orang dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm,
lebar dibagian yang paling lebar kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram.
Didalam rongga dada, jantung terletak
dalam posisi seperti kerucut terbalik dengan ujung mengarah kebawah dan bagian
dasar yang melebar mengarah ke atas. Ujung jantung disebut apeks (dari bahasa
latin apex = ujung kerucut ). Apeks
jantung terbentuk dari ventrikel kiri. Sedangkan, bagian dasarnya yang mengarah
ke atas di sebut basis jantung, yang
terbentuk dari antyrium , terutama antrium kiri.
Secara fungsional, jantung manusia
terdiri dari 2 bagian yang terpisah, yaitu bagian kanan dan kiri. Jantung
bagian kanan dan kiri masing-masing terdiri pula atas 2 ruang pompa yang berdenyut,
yaitu antrium dan ventrikel. Jadi, secara fungsional, juga ada 4 ruang pompa
pada jantung, yaitu antrium kanan, ventrikel kanan, antrium kiri dan ventrikel
kiri.
Fungsi
antrium adalah sebagai pemompa primer bagi ventrikel, yaitu
membantu memasukan darah ke dalam ventrikel. Artinya, antrium hanya berfungsi
untuk mengisi darah ke dalam ventrikel
yang akan memompakan darah tersebut keluar jantung. Darah yang masuk ke
dalam antrium adalah darah yang kembali ke jantung melalui pembuluh darah balik
(vena).
3. RUANG JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Bagian
interior jantung terbagi menjadi 4 ruang. Dua ruang yang terletak disebelah
atas disebut antrium (dari bahasa latin antrium = serambi; jamak, atriak) kanan
dan kiri. Setiap antrium mempunyai ruang tambahan yang disebut aurikula (dari
bahasa latin auricullum, auris= telinga; jamak, auriculla). Dengan adanya
auriculla, volume antriummenjadi lebih besar.
Sedangkan, dua ruang yang terletak disebelah bawah disebut ventrikel
(dari bahasa latin ventriculus = rongga kecil; jamak, ventricula) kanan dan
kiri.
Di antara antrium dant ventrikel
terdapat jaringan penyambung yang membatasi otot antrium dan otot ventrikel.
Jadi, miokardium antrium terpisah dari miokardium ventrikel baik secara
anatomis maupun secar fisiologis (fungsional). Disebelah luar, batas antara
antrium dan vertikel adalah suatu cekungan yang disebut sulkuskoronarius (dari
bahsa latin Sulcuscoronarius, sulcus=parit; coronarius=mahkota). Didalam surkus coronarius, berjalan arteri coronaria
yang mendarahi dinding jantung. Diantara ventrikel kanan dan kiri juga terdapat
sulkus, yaitu sulkus interventrikularis anterior dibagian depan dan sulkus
interventrikulnaris posterior disebelah belakang.
4. KATUP JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman, 2010 - Sewaktu
kontraksi antrium,darah dari antrium di
pompakan ke dalam ventrikel dan sewaktu kontraksi ventrikel, darah dipompakan dari ventrikel kedalam sistem arteri, yaitu
melalui aorta dan turnkus pulmonalis. Untuk mencegah darah kembali ke antrium
atau ventrikel sewaktu kontraksi,jantung dilengkapi dengan katup (valvula) yang
tewrdiri atas jaringan penyambung padat dan dilapisi endokardium pembukaan dan
penutupan katup-katup jantung terjadi akibat perbedaan tekanan di dalam
ruang-ruang jantung sewaktu kontraksi dan relaxasi antrium dan ventrikel. Ada
dua kelompok katup jantung yaitu katup atrioventrikular yang terletak di atrium
dan ventrikel dan katup semilunar (dari bahasa latin
lunar,semi=setengah;lunat=bulan) yang terletak di antara ventrikel dan pembulu
darah aurta atau turnkus pulmonalis.
a. Katup
Atrioventrikular
Katup
antrioventrikular disingkat dengan sebutan katup A-V. Ada dua buah katup A-V .
Katup A-V yang terletak antara antrium kiri dan ventrikel kiri disebut katup
bikuspidal (bicuspidal ,bi=2;cusp=tonjolan) karena mempunyai dua buah daun
katup. Katup bikuspidal ini lebih populer dengan sebutan mitral. Katup A-V yang
terletak di atrium kanan dan vertikel kanan disebut katup trikuspidal (dari
bahasa latin trikuspidal, tri=3). Ujung daun-daun katup A-V dihubungkan oleh
beberapa jaringan ikat menyerupai tali atau pita yang disebut kordatendinea
(dari bahasa latin cordaetendinea, corda= pita; tendon= jaringan yang
menghubungkan otot dengan jaringan lain) dan mulkus kapilaris (dari bahasa
latin muskulus kapilaris, musculus=otot; kapilus=tonjolan kecil berbentuk puting,
jamak kapila). Muskulus kapilaris adalah otot yang terletak dipermukaan dalam
bagian bawah ventrikel. Fungsi katup atrioventrikular (trikuspidalis dan
bikuspidalis)mencegah pengaliran balik darah dari ventrikel ke atrium selama
sistole.
Katup
A-V membuka bila tekanan di dalam atrium lebih tinggi dari dari tekanan di
dalam ventrikel sehingga darah mengalir dari dalam atrium ke dalam ventrikel.
Pada saat katup A-V membuka ,muskulus papilaris berelaksasi dan korda tendinea
mengendur. Sebaliknya, sewaktu vertikel berkontraksi sehingga tekanan di dalam
vertikelmeningkat, ke arah atrium , sehingga menutup. Pada saat katup A-V
menutup,menegang. Dengan demikian, ujung daun-daun katup dapat dicegah tidak sampai terbalik ke
arah atrium.
b. Katup
Semilunar
Katup
semilunar juga ada dua buah. Katup semilunar yang terletak di antara ventrikel
kiri dan aorta disebut katup aorta, sedangkan yang terletak di antara ventrikel
kanan trnkus pulmonalis disebut katup pulmonalis. Katup-katup ini masing-masing
mempunyai 3 daun katup yang berbentuk setengah bulan sehingga disebut katup
semilunar
Karena
adanya katup-katup semilunar ini, darah hanya dapat mengalir ke satu arah,
yaitu darah yang ada di dalam ventrikel kiri mengalir ke dalam aorta dan darah
yang ada di dalam ventrikel kanan mengalir ke dalam trunkus pulmonalis.Fungsi
katup semilunaris (aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari aorta dan
arteri pulmonalis ke dalam ventrikel selama periode siastole.
Di
dalam jantung terdapat katup-katup yang sangat penting artinya dalam sususnan
darah dan pergerakan jantung manusia (Syaifuddin. 2006)
1) Valvula
trikuspidalis, terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel dekstra yang
terdiri dari 3 katup
2) Valvula
bikuspidalis, terletak antara atrium sinistra dengan ventrikel sinistra yang
terdiri dari 2 katup.
3) Valvula
semilunaris arteri pulmonalis, terletak antara ventrikel dekstra dengan arteri
pulmonalis, tempat darah mengalir menuju ke paru-paru.
4) Valvula
semilunaris aorta, terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta tempat darah
mengalir menuju seluruh tubuh.
5.
LAPISAN
OTOT JANTUNG
Menurut
Haji Syaifuddin.2011 lapisan otot dibagi menjadi :
a. Perikardium. Lapisan yang merupakan kantong
pembungkus jantung, terletak di dalam mediastinum minus, terletak dibelakang
korpus sterni dan rawan iga II-VI
1)
Perikardium fibrosum (viseral):
bagian kantong yang membatasi pergerakan jantung terikat dibawah sentrum
tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar, melekat pada sternum
melalui legamentum sternoperikardial.
2)
Perikardium serosum (pariental),
dibagi menjadi dua bagian: Perikardium parietalis mambatasi perikardium
fibrosum, sering disebut epikardium, dan perikardium viseral (kavitas
perikardialis) yang mengandung sedikit cairan yang berfungsi melumas untuk
mempermudah pergerakan jantung.
b.
Miokardium. Lapisan otot jantung menerima darah dari arteri koronaria. Arteri
koronaria kiri bercabang menjadi arteri
koronaria kiri bercabang menjadi
arteri disending arterior dan arteri sirkumfleks. Arteri koronaria kanan
memberikan darah untuk sinoatrial
node,vertikel kanan. Vena koronaria
mengembalikan darah ke sinus kemudian bersirkulasi langsung ke dalam paru.
Susunan miokardium:
1) Susunan
otot atria : Sangat tipisdan kurang teratur ,serabut-rabutnya disusun dalam dua lapisan. Lapisan luar
mencakup kedua atria. Serabut luar ini paling nyata di bagian depan atria.
Berapa serabut masuk ke dalam sepatum atroventikular. Lapisan dalam terdiri
dari serabut-serabut berbentuk
lingkaran.
2) Susunan
otot ventikuler : membentuk bilik jantung dimulai dari cincin antiventikuler
sampai ke ampeks jantung .
3) Susunan
otot antiventikuler merupakan dinding
pemisah antara dinding dan bilik(atrium dan vertikel)
c. Endokardium (permukaan dalam
jantung). Dinding dalam atrium diliputi oleh membran yang mengilat, terdiri
dari jaringan endotel atau selaput lendir endokardium, kecuali aurikula dan
bagian depan sinus vena kava.
6. Bagian-bagian
jantung (Haji Syaifuddin.2011)
a. Basis kordis :
Bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh darah besar (aorta
asendens, arteri pulmonalis/ vena pulmonalis, dan vena kava superior), dibentuk
oleh atrium sinistra dan sebagian atrium dekstra.
b. Apeks Kordis :
bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul.
7. Permukaan
Jantung (fascies kordis) Menurut Haji Syaifuddin.2011 :
a. Fascies
sternokostalis : Permukaan menghadap ke depan berbatasan dengan dinding depan
toraks, di bentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra, dan sedikit ventrikel
sinistra.
b. Fascies dorsalis:
Permukaan jantung menghadap ke belakang, berbentuk segi empat, berbatasana
dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium sinistra, sebagian
atrium dekstra, dan sebagian kecil dinding ventrikel sinistra.
c. Fascies diafragmatika: Permukaan bawah
jantung yang berbatas dengan sentrumtendinium difragma dibentuk oleh dinding
ventrikel sinistra dan sebagian kecil ventrikel dekstra.
8. Tepi
Jantung (margo kordis) menurut Haji Syaifuddin.2011
a. margo dekstra Bagian jantung tepi kanan
membentang mulai dari vena kava superior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh
dinding atrium dekstra dan dinding ventrikel
dekstra, memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika
sebelah kanan.
b.
Margo sinistra: Bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bagian bawah
muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh
dinding strium sinistra(diatas) dan dinding ventrikel sinistra (dibawah)
memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika kiri.
9. Alur
permukaan jantung menurut Haji Syaifuddin.2011 lapisan :
a. Alur atrioventrikularis: mengelilingi batas
bawah basis kordis, terletak diantara batas kedua atrium jantung dan kedua
ventrikel jantung.
b. Sulkus longitudinalis: alur ini terdapat pada
fascies sternokostalis mulai dari celah di antara arteri pulmonalis dengan
aurikula sinistra, berjalan menuju ke bawah menuju apeks kordis. Sulkus ini
merupakan batas antara kedua ventrikel dari depan.
c.
Sulkus longitudinalis posterior: Alur ini terdapat pada fascies diafragmatika
kordis, ,ulai dari sulkus koronarius sebelah kanan muara vena kava inferior
menuju apeks kordis.
10. Ruang-ruang
Jantung menurut Haji Syaifuddin.2011
a.
Atrium dekstra: Terdiri dari rongga utama dan aurikula diluar, bagian dalamnya
membentuk suatu rigi atau krista terminalis. Bagian utama atrium yang terletak
posterior terhadap rigi terdapat dinding halus yang secara embriologis berasal
dari sinus venosus. Bagian atrium yang terletak di depan rigi mengalami
trabekulasi akibat berkas serabut otot yang berjalan dari krista terminalis.
1) Muara
pada atrium kanan
a) Vena
kava superior
b) Vena
Kava inferior
c) Sinus
koronarius
d) Osteum
atrioventrikuler dekstra
2) Sisa-sisa
fetal pada atrium kanan.
b.
Ventrikel Dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalui osteum
atrioventrikuler dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum
pulmonalis.
1) Valvula
trikuspidalis
2) Valvula pulmonalis
c.
Atrium sinistra: Terdiri dari rongga uatama aurikula, terletak dibelakang
atrium kanan, membentuk sebagian besar basis (fascies posterior), dibelakang
atrium sinistra terdapat sinus oblig perikardium serosum dan perikardium
fibrosum.
d.
Ventrikel sinistra: Ventrikel kiri berhubungan dengan atrium sinistra melalui
osteum atrioventrikuler dan dengan aorta melalui osteum aorta.
1) Valvula mitralis (bikuspidalis)
2) Valvula semilunaris aorta
11. VASKULARISASI JANTUNG (Menurut
Haji Syaifuddin.2011)
a.
A. Koronaria kanan: Berasal dari sinus anterior berjalan ke depan antara
trunkus pulmonalis dan aurikula dekstra, memberikan cabang-cabang ke atrium
dekstra dan ventrikel dekstra.
b.
A. Koronaria kiri: Lebih besar dari koronaria dekstra, dari sinus posterior
aorta sinistra berjalan de depan antara trunkus pulmonalis dan aurikula kiri
masuk ke sulkus atrioventrikularis menuju ke apeks jantung memberikan darah
untuk ventrikel dekstra dan septum interventri kularis.
c.
Aliran vena jantung: sebagian darah dari dinding jantung mengalir ke atrium
kanan melalui sinus koronarius yang terletak dibagian belakang sulkus atrioventrikularis.
12. SISTEM KONDUKSI JANTUNG
Menurut Rahmatina Bustami Herman.2010 - Denyut
jantung terjadi secara berirama. Denyut janhtung yang berirama ini dapat
terjadi karena adanya aktivitas listrik yang berirama pada jantung. Sel-sel oto
jantung tertentu dapat mencetuskan impuls atau potensial aksi secara spontan
dan berulang yang kemudian memicu kontraksi otot jantung.
Jantung dilengkapi dengan suatu sistem khusus yang
berfungsi:
a.
Mencetuskan impuls berirama yang akan memicu kontraksi jantung berirama
b. Menghantarkan impuls
secara cepat ke seluruh jantung.
Bila sistem khusus ini
berfungsi secara normal, maka:
a. Atrium akan
berkontraksi seperenam detik lebih dulu dari ventrikel
b. Semua bagian
ventrikel dapat berkontraksi secara simultan
Serat-serat yang
bersifat otoritmik ini mempunyai dua fungsi utama, yaitu:
a.
Sebagai pemacu (pacemaker) kontraksi atau denyutan yang berirama bagi
keseluruhan otot jantung.
b.
Sebagai sistem konduksi, yaitu sistem yang menghantarkan impuls dari pacemaker
ke seluruh otot jantung.
Komponen sistem
konduksi jantung tersebut dimulai dari nodus sinus, tempat awal tercetusnya
impuls pada jantung. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a) Nodus
sinus atau nodus sinoatrial yang disingkat nosud S-A (S-A node), terletak di
dinding superior lateral atrium kanan, sedikit lateral dari muara vena kava
superior. Nodus sinus berbentuk elips, pipih, berukuran sangat kecil dengan
panjang 15 mm, lebar 3 mm dan tebal 1 mm. Serat-serat ini berdiameter kira-kira
3 sampai 5 mikron, sangat kontras dengan serat-serat otot atrium disekitarnya
yang berdiameter 10 sampai 15 mikron.
Serat-serat otoritmik
di nodus S-A mampu menimbulkan potensial aksi atau impuls secara spontan dan
berirama dengan frekuansi 60-100 kali per menit. Frekuensi ini adalah frekuensi
yang paling cepat bila dibandingkan dengan serat-serat otoritmik lain di sistem
konduksi jantung. Impuls dari nosus S-A ini dengan cepat dihantarkan keseluruh
sistem konduksi jantung.
b) Jalur
internodal atrium , yang menghubungkan nodus sinus dan nodus A-V
Ujung serat nodus sinus
menyatu dengan serat otot atrium yang berada disekitarnya sehingga potensial
aksi yang berasal dari nodus sinus dapat berjalan sepanjang serat otot atrium
ini. Kecepatan konduksi impuls di serat otot atrium kira-kira 0,3 m/detik. Di
beberapa berkas kecil serat oto atrium, kecepatan konduksi impuls ini lebih
tinggi. Salah satu di antaranya adalah pita interatrial anterior atrium menuju
ke atrium kiri dan mempunyai kecepatan konduksi kira-kira 1m/datik. Terdapat
tiga berkas lain semacam ini, yaitu berkas yang berjalan melengkung di dinding
atrium dan berakhir disinus A-V. Ketiga berkas ini dinamakan sesuai dengan
posisinya, yaitu jalur internodal anterior, jalur anterior tengah, dan jalur
internodal anterior posterior. Penyebab tingginya kecepatan konduksi pada
berkas tersebut adalah terdapatnya sejumlah serat konduksi khusus yang
bercampur dengan oto atrium.
c) Nodus
atrioventrikular , atau disingkat nodus A-V (A-V node), terletak di dinding
posterior septum interatrial atau dinding pembatas antara atrium kanan dan
atrium kiri. Dibelakang katup trikuspidal dan berdekatan dengan lubang
pembukaan sinus koronarius.
d) Berkas
atau bundel antrioventrikular, yang disingkat bundel A-V atau yang lebih
populer dengan sebutan berkas His atau bundel His , menghubungkan antrium dan
ventrikel .
Konduksi
satu arah pada bundel A-V. Karakteristik kusus
bundel A-V adalah ketidakmampuanya untuk menghantarkan impuls kembali
dari ventrikel ke arah antrium. Sifat ini sangat bermanfaat mencegah masuknya
kembali (re-entry) impuls jantung melalui bundel ini dari ventrikel ke antrium.
Dengan demikian, transmisi impuls jantung hanya bejalan satu arah melalui
bundel A-V dengan arah dari antrium ke ventrikel.
Gambar. Nodus
sinus dan sistem konduksi jantung. (Dimodifikasi dari Guyton and hall: Textbook
of medical physiology, philadhelpia, W.B. Saunders Company, 2000).
Penyebab
lambatnya konduksi
Salah
satu penyebab konduksi impuls yang sangat lambat di serap tradisional , dinodus
A-V , dan diserap penetrasi bundel A-V adalah ukuran serat yang lebih kecil
dibandingkan serat otot antrium. Akan tetapi, penyebab utama perlambatan
trsebut kemungkinan adalah dua faktor berikut ini. Pertama ,semua serat tempat
terjadinya perlambatan mempunyai potensial istirahat membran yang jauh lebih
negatif dibandingkan potensial istirahat membran serat otot jantung yang lain.
Kedua ,terdapat beberapa hambatan pada hubngan antar sel pada serat dijalur
tersebut sehingga terjadi resistensi konduksi yang cukup besar terhadap
pergerakan ion dari satu sel ke sel yang lainya. Jadi,karena voltase yang
rendah dan resistensi yang besar terhadap pergerakan ion , dapatlah dengan mudah
dimrngerti mengapa sel yang berikutnya menjadi lambat mengalami existasi.
13. PERSYARAFAN JANTUNG
Persyarafan jantung tersusun atas sistem yang
menimbulkan dan menghantarkan impuls pada jantung. Sistem yang menimbulkan dan menghantarkan
impuls dari jantung terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan bagi
atrium dan ventrikel untuk berdenyut secara berurutan dan memungkinkan jantung
berfungsi sebagai pompa yang efisien. Sistem ini terdiri atas:
a.
Simpul sinoatrial sebagai alat pacu (pace
maker) jantung. (dari Keith dan Flack)
b.
Simpul atrioventrikuler (dari Tawara).
c.
Juga terdapat berkas atrioventrikuler (berkas His) yang berasal dari simpul atrioventrikuler
dan berjalan ke ventrikel, bercabang dan mengirimkan cabang-cabang ke kedua
ventrikel.
Otot
jantung mempunyai kemampuan autostimulasi, tidak tergantung dari impuls syaraf.
Sel-sel otot jantung yang telah diisolasi dapat berdenyut dengan iramanya
sendiri. Pada otot jantung, sel-sel ini sangat erat berhubungan dan terjadi pertukaran
informasi dengan adanya gap junction pada
discus interkalaris.
Bagian
parasimpatis dan simpatis sistem autonom mempersyarafi jantung membentuk
pleksus-pleksus yang tersebar luas pada basis jantung. Pada daerahdaerah yang
dekat dengan simpul sinoatrial dan atrioventrikuler, terdapat sel-sel syaraf
ganglion dan serabut-serabut syaraf. Syaraf-syaraf ini mempengaruhi irama jantung,
dimana perangsangan bagian parasimpatis (nervus vagus) menimbulkan perlambatan
denyut jantung, sedangkan perangsangan syaraf simpatis mempercepat irama pace maker.
14. PERKEMBANGAN ANATOMI JANTUNG JANIN
dan ANAK
Menurut Scanlon, Valerie C dan Tina Sunders.
2006 - Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan
nutrisi serta untuk pembuangan karbon dioksida dan sisa metabolism, janin
bergantung pada ibunya. Pertukaran zat antara janin dan ibu terjadi di
plasenta, yang mengandung pembulu darah janin dan ibu yang sangat dekat satu
sama lain. Darah janin tidak bercampur dengan darah ibu; zat-zat dipindahkan
melaui disfusi dan mekanisme transport aktif.
Janin dihubungkan dengan plasenta melalui funikulus
umbilikalis yang mengandung dua arteria umbilikalis dan satu vena umbilikalis.
Arteria umbilikalis adalah cabangan arteri iliaka interna janin; membawa janin
menuju plasenta. Didalam plasenta, karbon dioksida dan hasil metabolism pada
darah janin akan masuk ke sirkulasi maternal, sedangkan oksigen dan zat makanan
dari darah ibu akan masuk ke sirkulasi janin.
Vena umbilikalis membawa darah teroksigenasi dari plasenta
menuju janin. Dalam tubuh janin, vena umbilikalis bercabang satu cabang membawa darah menuju hepar janin,
namun sebagian besar darah melintasi duktus venosus menuju vena kava inverior,
dan akhirnya ke atrium kanan. Setelah lahir, setelah vunikulus umbilikalis dipotong,
sisa pembuluh janin kan berkonstrinsi dan menjdi tidak berfungsi.
Modifikasi lain sirkulasi janin terkait dengan jantung dan
arteri besar. Karena paru-paru janin mengempis dan tidak mengadakan pertukaran
gas, darah di alirkan tanpa melalui paru-paru ke seluruh tubuh. Foramen ovale
adalah pintu pada septum interatrial yang memungkin kan darah mengalir dari
atrium kanan ke atrium kiri, bukan, seperti biasa, menuju ventrikel kanan.
Darah yang masuk ventrikel kanan akan dipompa ke dalam arteri pulmonalis.
Duktus srteriosus adalah pembuluh pendek yang mengalirkan sebagian besar darah
dalam arteri pulmonalis menuju aorta, kemudian keseluruh tubuh. Foramen ovale
dan duktus arteriosus memungkinkan darah melalui paru-paru janin.
Sesaat setelah lahir, bayi akan bernafas dan mengembangkan
paru-parunya, yaitu dengan mengisi darah lebih banyak ke dalam
sirkulasipulmonalis. Darah yang banyak akan kemnali ke atrium kiri, dan celah
foramen ovale pada sisi kiri akan menutup. Duktus ateriosusakan mengalami
konstriksi, kemungkinan sebagi respons terhadap kadar oksigen yang tinggi dalam
darah dan sirkulasi pulmonal menjadi berfungsi penuh dalam beberapa hari. Pada
waktu inilah darah dipompakan dari ventrikel kanan menuju paru – paru, kemudian
kembali lagi kejantung untuk dipompa dari vrentikel kiri keseluruh tubuh, dan
kembali lagi kejantung. Waktu sirkulasi kira – kira 1 menit atau kurang,
sehingga menjamin pertukaran gas yang adekuat.
KESIMPULAN
Jantung
terletak di atas diafragma, di pertengahan rongga dada agak ke kiri, dalam
suatu ruangan yang disebut mediastinum. Kira-kira dua pertiga bagian jantung
terletak disebelah kiri midline. Secara anatomis, jantung merupakan organ yang
mempunyai rongga didalamnya. Rongga di dalam jantung ini terdiri dari 4 ruang,
yaitu 2 ruang antrium disebelah atas dan 2 ruang ventrikel di sebelah bawah.
Ukuran jantung kira-kira tinju individu pemiliknya. Ukuran jantung pada orang
dewasa adalah panjang kira-kira 12 cm, lebar dibagian yang paling lebar
kira-kira 6 cm, dan berat kira-kira 300 gram. Secara fungsional, jantung manusia
terdiri dari 2 bagian yang terpisah, yaitu bagian kanan dan kiri. Jantung
bagian kanan dan kiri masing-masing terdiri pula atas 2 ruang pompa yang
berdenyut, yaitu antrium dan ventrikel. Jadi, secara fungsional, juga ada 4
ruang pompa pada jantung, yaitu antrium kanan, ventrikel kanan, antrium kiri
dan ventrikel kiri.
Jantung
mempunyai katup-katup yang sangat penting yakni Valvula Trikuspidalis, Valvula
bikuspidalis, Valvula semilunaris arteri pulmonalis, Valvula semilunaris aorta.
Sedangkan lapisan otot jantung ada Perikardium, Myokardium, Endokardium.
Vaskularisasi jantung terdiri dari koronaria kanan, koronaria kiri, dan aliran
vena jantung. Nodus sinus, jalur internodal atrium, nodus atrioventrikular,
berkas atau bundel antrioventrikular adalah sebagai komponen sistem konduksi
jantung yang penting. Sistem yang menimbulkan dan menghantarkan impuls dari
jantung terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan bagi atrium dan
ventrikel untuk berdenyut secara berurutan dan memungkinkan jantung berfungsi sebagai
pompa yang efisien
DAFTAR
PUSTAKA
Scanlon, Valerie C dan Tina Sunders. 2006.
Buku ajar Anatomi dan Fisiologi. Penerbit EGC, jakarta.
Syaifuddin,Haji.2011.Anatomi fisiologi
kurikulum berbasis kompetensi untuk keperawatan dan kebidanan.Penerbit Buku
kedokteran EGC, Jakarta.
Herman, Rahmatina Bustami. 2010. Buku
Ajar Fisiologi Jantung. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Bb3-Kardiovasa.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar